FKG Universites Jember Melakukan Latihan Kepemimpinan Bagi Calon Dokter Gigi

Publish on December 7th, 2016

lidership

Jember 5 Desember 2016 Untuk meningkatkan kompetensi lulusan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember menyelenggarakan program Kegiatan Leadership  sebagai materi kuliah non Satuan Kredit Semester (SKS) bagi semua Calon Dokter Gigi sebelum di Sumpah. Pemberian materi dikemas lewat metode pembelajaran dengan berbagai, teamwork dan diskusi sehingga diharapkan memberi bekal kepada calon pemimpin dokter Gigi  yang kuat, bijaksana dan mampu bekerjasama di lingkup profesinya mupun di tengah masyarakat. “Materi diberikan sejak awal pembukaan, nantinya Calon Dokter Gigi menyadari kompetensinya lebih dini sehingga bisa percaya diri sebagai calon pemimpin yang berkompeten di bidang profesi dokter Gigi,” kata Dekan FKG Universitas Jember, drg.Rahardyan Parnaadji.M.Kes. Sp. Pros usai menyampaikan Pembukaan sekaligus memberikan materi pertama.

Dalam kehidupan sehari-hari nantinya seorang dokter gigi tidak lepas dengan  masyarakat dimana selalu membutuhkan adanya pemimpin. Di dalam kehidupan rumah tangga diperlukan adanya pemimpin atau kepala keluarga, begitu pula halnya di masjid sehingga shalat berjamaah bisa dilaksanakan dengan adanya orang yang bertindak sebagai imam, bahkan dalam kehidupan bernegara keberadaan presiden dan raja merupakan syarat mutlak bagi tegaknya kedaulatan suatu negara. Ini semua menunjukkan betapa penting kedudukan pemimpin dalam suatu masyarakat, baik dalam skala yang kecil apalagi skala yang besar.

Ketika seseorang diangkat atau ditunjuk untuk memimpin suatu lembaga atau institusi, maka ia sebenarnya mengemban tanggung jawab yang besar sebagai seorang pemimpin yang harus mampu mempertanggungjawabkannya. Bukan hanya dihadapan manusia tapi juga dihadapan Tuhan. Oleh karena itu, jabatan dalam semua level atau tingkatan bukanlah suatu keistimewaan sehingga seorang pemimpin atau pejabat tidak boleh merasa menjadi manusia yang istimewa sehingga ia merasa harus diistimewakan dan ia sangat marah bila orang lain tidak mengistimewakan dirinya.

Menjadi pemimpin atau pejabat bukanlah untuk menikmati kemewahan atau kesenangan hidup dengan berbagai fasilitas duniawi yang menyenangkan, tapi justru ia harus mau berkorban dan menunjukkan pengorbanan, apalagi ketika masyarakat yang dipimpinnya berada dalam kondisi sulit dan sangat sulit.

Para pemimpin mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan yang menghantui masyarakat yang dipimpinnya untuk Selanjutnya mengarahkan kehidupan masyarakat untuk bisa menjalani kehidupan yang baik dan benar serta mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Untuk itu, para pemimpin dituntut bekerja keras dengan penuh kesungguhan dan optimisme.

Pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya, karena itu menjadi pemimpin atau pejabat berarti mendapatkan kewenangan yang besar untuk bisa melayani masyarakat dengan pelayanan yang lebih baik dari pemimpin sebelumnya.

Dalam segala bentuk kebaikan, seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan dan pelopor, bukan malah menjadi pengekor yang tidak memiliki sikap terhadap nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Ketika seorang pemimpin menyerukan kejujuran kepada rakyat yang dipimpinnya, maka ia telah menunjukkan kejujuran itu. Ketika ia menyerukan hidup sederhana dalam soal materi, maka ia tunjukkan kesederhanaan bukan malah kemewahan. Masyarakat sangat menuntut adanya pemimpin yang bisa menjadi pelopor dan teladan dalam kebaikan dan kebenaran.

Dari penjelasan di atas, kita bisa menyadari betapa penting Kegiatan Leadership  bagi calon dokter gigi sehingga yang nantinya jika menjadi pemimpin di Institusi Kesehatan. Sehingga Calon dokter Gigi tidak harus cakap menangani kesehatan Gigi, akan tetapi dokter Gigi juga harus mampu menyelaraskan kesehatan Gigi, kesehatan manusia dan lingkungannya. “Dokter Gigi juga dituntut sebagai pelopor problem solver persoalan kesehatan Gigi baik di kancah nasional dan internasional,”pungkasnya. (satar)