Book Appointment Now
Sabtu, 2 Mei 2026 pasca upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional sivitas akademik Universitas Jember, sejumlah dosen dan mahasiswa FKG Universitas Jember bergerak menuju Panti Asuhan Bhakti Luhur di seputaran Kebonsari, Jember. Mereka hendak melaksanakan kegiatan Edukasi dan Bakti Sosial untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut bagi anak disabilitas yang merupakan anak – anak binaan panti asuhan tersebut.

Bakti sosial (Baksos) tersebut digawangi oleh mahasiswa FKG Universitas Jember yang terhimpun dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Insisivus. Mereka menginisiasi program penyuluhan kesehatan dengan judul “Ruang Kasih: Upaya Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut bagi Anak Disabilitas”. Program ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses edukasi dan pendampingan kesehatan yang sering dialami anak disabilitas, sehingga diperlukan pendekatan edukatif yang interaktif, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ketua Panitia kegiatan, Sabrina Kayla Mardhiyah, bertutur bahwa bakti sosial ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan empati dan kepedulian sosial. Mahasiswa semester empat ini melanjutkan,“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi yang mudah dipahami mengenai perawatan gigi dan mulut kepada anak-anak disabilitas” ujarnya. Penyuluhan dilakukan dengan konsep “Story telling” yang disertai menyanyi dan mendemonstrasikan cara sikat gigi yang benar. Bukan hanya memberi penyuluhan kesehatan dan mengajak anak – anak berkebutuhan khusus tersebut bermain, tim mahasiswa juga membagikan “Kit Senyum Ceria” sebagai hadiah bagi anak – anak panti yang telah berpartisipasi dalam acara.

Keberadaan mahasiswa dalam kegiatan Bakti Sosial tersebut didampingi sejumlah dosen. Menurut Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKG Universitas Jember, drg. Zahara Meylawati, M. Kes.,”Kehadiran para dosen mendampingi mahasiswa pada kegiatan baksos tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat yang merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi”. Dosen yang juga alumni FKG Universitas Jember ini menyampaikan bahwa kehadiran dosen mendampingi mahasiswa tersebut merupakan bentuk adaptasi dari filosofi pendidikan yang diajarkan oleh Bapak Pendidikan Indonesia : Ki Hajar Dewantoro. Beliau mengajarkan bahwa seyogyanya seorang guru (dosen) harus bisa memberi contoh pada (maha)siswanya (ing ngarso sung tuladha), mampu memotivasi muridnya melakukan kebaikan (ing madya mangun karso) serta senantia memberi support pada aktivitas positif anak didiknya (tut wuri handayani).

Pasca penyuluhan di hari sabtu tersebut, tim mahasiswa UKMF Insisivus berencana memberikan pendampingan selama beberapa waktu agar terbentuk kesadaran dan kebiasaan anak – anak target penyuluhan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Proses evaluasi difokuskan pada perubahan perilaku menyikat gigi setelah diberikan edukasi. (agp)


