Safety First di Kampus Dental Agromedis

Jember, 15 Juli 2026 – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah serangkaian sistem, program, dan upaya yang dirancang untuk menjamin keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan tenaga kerja, serta mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Guna mendukung pelaksanaan K3 di lingkungan Fakultas Kedokteran Gigi, Pimpinan FKG Universitas Jember telah menyusun Kebijakan K3L serta membentuk Tim Pengelola K3. Penunjuk arah evakuasi dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga telah tersedia di sejumlah titik di seputar kampus.

Guna menginternalisasi sikap tanggap bencana, FKG menyelenggarakan Pelatihan Tanggap Darurat dan Pencegahan Kebakaran Terpadu. Kegiatan digelar pada hari Rabu, 15 Juli 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) dan Pelataran kampus FKG Universitas Jember. “Kami apresiasi kehadian kru BPBD untuk melakukan sosialiasi dan pelatihan di kampus ini.” Ujar Dekan FKG dalam sambutannya saat membuka acara. Beliau melanjutkan,”Tidak ada yang berharap ditimpa bencana, namun dengan pelatihan ini setidaknya sivitas FKG bisa sigap dengan penatalaksanaan penanggulangan bencana seandainya hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi.” Tutur drg. Dwi Kartika Apriyono, M. Kes., Sp. OF (K).

Pada kesempatan itu hadir sebagai instruktur sejumlah staf dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember. Pelatihan menitikberatkan penanggulangan Bencana Kebakaran yang mungkin terjadi di perkantoran. ”Tidak semua kebakaran bisa dipadamkan dengan air. Ada kebakaran tertentu yang justru tidak dapat dipadamkan dengan air, misalnya kebakaran akibat korsleting listrik” Ujar salah satu pemateri.  “Untuk itu kita perlu memahami kelas – kelas kebakaran.” Jelasnya sembari menyebut kelas – kelas kebakaran yang terdiri dari Kelas A-B-C dan D.

Setiap kelas kebakaran memerlukan teknis penanggulangan yang berbeda, sebagai tindakan preventif setiap bangunan (termasuk) perkantoran disarankan memiliki alat pemadam api ringan (APAR). Pada kesempatan tersebut tim BPBD Kabupaten Jember juga menjelaskan tata laksana penggunaan APAR yang menggunakan rumus : TATS atau T (Tarik): Tarik pin pengaman (atau segel) pada bagian atas tabung APAR. A (Arahkan): Ambil selang atau nozzle, lalu arahkan ke dasar atau pusat sumber api, bukan ke lidah apinya. Pastikan Anda berdiri searah dengan angin dengan jarak ideal sekitar 1,5 hingga 3 meter.T (Tekan): Tekan tuas pegangan APAR untuk mengeluarkan isi media pemadam api. Serta S (Sapu): Sapukan selang atau nozzle secara perlahan dari sisi ke sisi untuk memadamkan api secara merata hingga benar-benar padam.

Tidak cukup memberi penjelasan secara teoritis, para instruktur dari BPBD juga melatih dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FKG Universitas Jember untuk memadamkan api dengan berbagai alat yang ada, mulai karung basah hingga penggunaan APAR. Peragaan pemadaman api dilakukan di halaman kampus FKG. Tak kurang dari Wakil Dekan II serta Kabag Umum FKG turut serta mempraktekkan memadamkan api menggunakan APAR dalam simulasi api kecil yang dipadamkan oleh satu orang, maupun pemadaman api besar yang dilakukan oleh beberap personil secara bersamaan. (agp)

Share your love