Surabaya, 14 Juli 2026 – Nicolas Yosua Sianipar berhasil menjadi Juara 1 Tangkai Lomba Menyanyi Seriosa putra pada Pekan Seni Mahasiswa Universitas Jember yang digelar 18 Juni 20206. Berkat raihan tersebut mahasiswa semester VI Fakultas Kedokteran Gigi ini mewakili Universitas Jember pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Timur.
Peksimida (Pekan Seni Mahasiswa Daerah) Jawa Timur 2026 diselenggarakan pada 7–13 Juli 2026. Even ini diikuti sekitar 400 mahasiswa dari 44 perguruan tinggi se-Jatim, dibuka di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang (UM). Khusus tangkai lomba menyanyi seriosa dihelat pada 11 Juli 2026 di kampus Universitas Kristen Petra (Surabaya).
Pada gelaran tersebut, Nico membawakan lagu wajib yang berjudul “Kisah Mawar di Malam Hari”, sebuah lagu yang kaya akan variasi nada dan lirik lagunya sangat puitis. Sempat dibayangi rasa gugup karena tampil sebagai kontestan urutan pertama, ia melanjutkan penampilannya dengan membawakan lagu pilihan berjudul “Kisah Angin Malam”.
“Lagu pilihan yang memiliki keunikan dan kelebihannya tersendiri. Terdapat pada dinamika lagu dan selama latihan yang sangat dilatih yaitu pernapasan, dikarenakan lagu ini karakter melodi yang sangat kuat.” Ujar Nico berkisah. Seriosa sendiri memang dikenal sebagai jenis lagu atau musik vokal serius yang membutuhkan penguasaan teknik vokal tingkat tinggi. Genre ini menuntut penyanyinya memiliki jangkauan nada luas, pernapasan kuat, dan penghayatan mendalam. Sebuah genre yang memiliki melodi yang kompleks dengan jangkauan wilayah nada (register) yang ekstrem, sehingga tidak mudah dinyanyikan oleh orang awam.

Setelah berkompetisi dengan segenap kemampuan, Nicolas Yosua Sianipar akhirnya berhasil meraih Juara III pada even Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Timur 2026. Mahasiswa penerima Beasiswa Afirmasi Kemenkes RI ini berujar, “Pada 2 tahun lalu, yaitu PEKSIMIDA 2024 pada cabang yang sama (seriosa putra) saya mendapatkan Juara 1 dan melaju ke tingkat nasional. Pada tahun ini mendapat juara 3 dengan rasa bangga yang sama.”
Mahasiswa asal Kabupaten Toba, Sumatera utara ini melanjutkan,”Saya tidak sedih karena menurut prinsip saya kompetisi selalu memberikan cerita dan ruang untuk terus belajar. Tidak ada rasa sedih, hanya ada rasa syukur karena masih bisa konsisten berkarya dan bernyanyi di panggung-panggung yang berbeda dan yang paling penting saya bisa mendapatkan pengalaman yang baru dan bertemu teman yang seru.” Tuturnya menutup cerita (agp)





