Parade Budaya Nusantara Meriahkan Peringatan Hari Lahir Pancasila

Pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato monumental di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam pidato tersebut, beliau mengusulkan dan memperkenalkan istilah “Pancasila” yang berasal dari bahasa Sanskerta, yakni panca berarti lima dan sila berarti dasar. Momen ini kemudian ditetapkan menjadi Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2016. 

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lingkungan Universitas Jember dirangkai dalam kegiatanSemarak Bulan Pancasila-UNEJ 2026. Kegiatan dimulai dengan Upacara Bendera yang digelar pada Hari Senin, 1 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Depan Gedung Rektorat Universitas Jember tersebut diikuti oleh Pimpinan Universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa serta pengurus Dharma Wanita Persatuan Universitas Jember. Tidak ketinggalan barisan peleton FKG Universitas Jember berdiri rapi tepat di depan panggung pembina upacara. Sivitas Akademika FKG hadir lengkap dari unsur dosen, tendik maupun pengurus ormawa.

Pada tahun ini peringatan Hari Lahir Pancasila di lingkungan Universitas Jember mengusung tema “Kampus Berdampak Berlandaskan Nilai Pancasila untuk Kemajuan Bangsa”. Rangkaian Bulan Pancasila UNEJ 2026 dimulai dengan agenda Upacara Bendera yang dimeriahkan dengan Parade atau Kirab Budaya Nusantara. Sivitas Fakultas Kedokteran Gigi turut memeriahkan sesi ini dengan mengirimkan barisan dosen dan tenaga kependidikan yang mengenakan baju adat daerah – daerah di Nusantara.

Diiringi lagu manuk dadali dari sunda yang dilantukan oleh grup musik tradisional patrol asli Jember, barisan FKG yang dipimpin oleh dekan berpawai mengelilingi lapangan Rektorat Universitas Jember dalam Parade Budaya Nusantara tersebut. “Kirab budaya dengan mengenakan pakaian adat ini merupakan simbol persatuan dalam keberagaman sebagaimana nilai yang terkandung dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.” Ujar drg. Dwi Kartika Apriyono, M. Kes., Sp. OF (K). Lebih lanjut dokter Dwi menyampaikan,”Mahasiswa FKG sangat beragam karena mereka berasal dari berbagai daerah di nusantara, mulai dari Sumatera hingga Papua. Lulusannya pun mengabdi di berbagai daerah di seluruh negeri baik sebagai praktisi, klinisi, akademisi maupun birokrat. Bersama – sama berjuang untuk kemajuan negeri, khususnya di bidang kesehatan gigi dan mulut.” Tukas beliau. (agp)

Share your love