FKG Universitas Jember (UNEJ) bertekad menjadi fakultas unggul dalam pengembangan ipteks kedokteran gigi di bidang agromedis yang berwawasan green dentistry dan berdaya saing internasional. Guna mencapai visi ini kampus dental agromedis terus berupaya mengembangkan diri dalam berbagai aspek. Termasuk merintis berbagai usaha pembukaan prodi dokter gigi spesialis.
Pada tanggal 24 Februari 2026 Pimpinan FKG Universitas Jember bertemu dengan delegasi FKG Universitas Hasanudin sebagai tindak lanjut kerjasama yang telah dirintis setahun silam. Pertemuan kali ini membuka ruang diskusi yang lebih detil dan spesifik. Hasilnya, kedua pihak sepakat saling bekerjasama untuk berdirinya Prodi Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Bedah Mulut Maksilofasial (BMM) pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.

Penandatanganan kerjasama pengampuhan pendirian PPDGS BMM dilaksanakan pada hari selasa pertama Bulan Ramadhan 1447 H yang penuh berkah. drg. Dwi Kartika Apriyono, M. Kes., Sp. OF (K) selaku Dekan FKG UNEJ mengapresiasi dukungan dari FKG Universitas Hasanudin dalam usaha pendirian PPDGS BMM di Universitas Jember, terlebih saat ini sejumlah alumni FKG Universitas Jember merupakan residen yang sedang menempuh pendidikan lanjutan sebagai dokter gigi spesialis di Universitas Hasanudin. Hubungan baik yang telah terjalin lama diharapkan menjadi bahan baku yang produktif untuk tercapaianya tujuan bersama.
Bedah Mulut dan Maksilofasial (Sp.BMMF) adalah spesialisasi kedokteran gigi yang berfokus pada diagnosis dan tindakan operasi untuk mengatasi kelainan, penyakit, atau cedera pada jaringan keras dan lunak di area mulut, rahang, wajah, dan leher. Saat ini Indonesia masih mengalami kekurangan dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial (Sp. BMM). Kebutuhan sangat tinggi karena rasio ideal belum tercapai, terutama di luar kota besar/daerah terpencil, idealnya terdapat 1 (satu) dokter gigi spesialis bedah mulut untuk setiap kabupaten/kota.

Usaha pendirian Prodi Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut Maksilofasial di Universitas Jember ini diharapkan dapat berkontribusi mendidik calon – calon dokter gigi spesialis yang dapat memberikan layanan kesehatan pada masyarakat di bidang kedokteran gigi, khususnya dengan peran krusial dalam penanganan trauma wajah, tumor, kista, dan kelainan rahang. (agp)

