Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan melalui langkah strategis Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dari Kementerian Pertanian. Program ini menjadi bentuk nyata dalam memperluas lahan pertanian produktif sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung peningkatan produksi pertanian. Momentum ini juga sebagai wujud pengejawantahan visi Universitas Jember menjadi perguruan tinggi terkemuka dalam inovasi pertanian industrial yang berkelanjutan.

Pertanian akan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat, dan harus dibangun sesuai karakter wilayah dan budaya masyarakat setempat. Ketua Pelaksana SID CSR NTT, Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes, menyampaikan bahwa Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jember menugaskan sejumlah 54 personil dosen dan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Teknik Pertanian, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Budaya untuk melaksanakan survei, investigasi dan desain pada lahan seluas 2.600 Ha di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Sinergi lintas sektor harus terus diperkuat. Kolaborasi ini sebagai wujud kontribusi Universitas Jember dalam mengintegrasikan keahlian lintas disiplin untuk mendukung pembangunan sektor pertanian. Program CSR ini mengintegrasikan dan mengembangkan hasil riset yang mengedepankan glokalisasi dalam bidang pertanian industrial berkelanjutan yang inovatif dan adaptif untuk kesejahteraan masyarakat yang berkarakter kebangsaan,” jelasnya.

Komitmen bersama dalam menyukseskan program swasembada pangan nasional merupakan langkah nyata dalam mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kehadiran Bupati Ngada dan Wakil Bupati Nagekeo menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan peningkatan produksi pangan melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Dalam sambutannya, Bupati Ngada, Raymundus Bena, S.S., M.Hum, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Universitas Jember, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa kegiatan CSR ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. “Tantangan ke depan adalah menjaga Indonesia tetap sebagai lumbung pangan nasional dan menuju lumbung pangan dunia,” ujarnya. Lebih lanjut, Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, S.Sos, berharap bahwa kerja sama ini dapat menjadi model kolaborasi antara Universitas Jember dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan pertanian nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat guna. Program CSR ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.




