Book Appointment Now
“Allażīna yunfiqụna fis-sarrā`i waḍ-ḍarrā`i wal-kāẓimīnal-gaiẓa wal-‘āfīna ‘anin-nās, wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn”. Demikian lantunan alqur’an yang dibaca oleh qori’ pada acara Halal bi Halal Sivitas Akademika FKG Universitas Jember yang dilaksanakan pada 30 Maret 2026 yang bertepatan dengan 10 Syawal 1447 H.
Ustadz Ahmad Nafi’ yang hadir sebagai penceramah pada kegiatan tersebut menjelaskan bahwa makna dari QS. Al Imran 134 tersebut adalah (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (Muhsinin).

Pengasuh Ma’had Ponpes Raden Rahmat Sunan Ampel Jember yang akrab dipanggil Gus Nafi’ ini memamaparkan, bahwa ayat tersebut menerangkan tentang siapa orang – orang yang dicintai / disukai Allah, yakni orang – orang yang berbuat kebajikan (muhsinin). Yaitu seorang muslim yang berinfaq saat lapang maupun sempit, mampu menahan amarah walau bisa melampiakannya serta memaafkan orang lain.

Mubaligh sekaligus Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember ini juga berpesan, bahwa bagi sivitas akademika bentuk berbuat kebajikan bisa berupa menjalankan amanah tugas dalam pekerjaan dengan sebaik – baiknya. Baik tugas mengajar maupun tugas pelayanan pembelajaran.
Senada dengan penjelasan Gus Nafi’, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi berharap bahwa segala pelajaran yang dilatih pada Bulan Ramadhan dapat dipetik buahnya di luar Ramadhan. drg. Dwi Kartika Apriyono, M. Kes., Sp. OF (K) berharap segenap sivitas FKG dapat menerapkan kebiasaan baik di Bulan Puasa di kehidupan sehari – hari di luar Bulan Ramadhan.

Kegiatan Halal bi Halal yang digelar di Masjid Ar Rayyan FKG Universitas Jember itu dihadiri oleh segenap pimpinan FKG Universitas Jember, para dosen, tenaga kependidikan, purna pegawai serta Direktur dan Wakil Direktur RS Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Universitas Jember. Seusai siraman rohani bersama Gus Nafi’, segenap hadirin saling bersalaman untuk saling meminta keridloan atas segala salah dan khilaf di waktu – waktu yang lalu. Jika puasa ramadhan menjadi wasilah meraih ampunan dari Allah swt (maghfirah), maka halal bi halal diharapkan menjadi jalan untuk saling memaafkan dalam hal khilaf dan salah dengan sesama manusia. (agp)




